Dua Kata Untukmu

Suatu waktu kau teriak orang lain menista agamamu, di waktu lain kau malah bakar rumah ibadahnya.
Kau sebut kau sedang membela agamamu, padahal tidak lain kau sedang membela nafsumu sendiri.
Kau tuduh orang lain kafir!!
Kau lupa, tuduhan itu bisa berbalik padamu.
Kau selalu merasa di pihak kebenaran, nyatanya kau hanya sedang mencari pembenaran.
Kau tuduh orang yang bertanya jalan padamu sebagai yang tersesat, tapi malah kau sengaja yang menyesatkannya.

Kau lantangkan suara kebenaran dengan cara yang tidak benar.
Ketika sendirian kau merasa kotor, ketika ramai kau merasa paling suci.
Kau pintar menilai orang lain, tapi kau lupa merenung di sore hari.
Kau senang sekali teriak–teriak.
Lupa, yang kau teriakan adalah keburukanmu sendiri.

Kau pintar nasihati orang, kau lupa nasihati diri sendiri.
Kau jual cermin untuk orang lain, sementara di rumah kau lupa tak pasang cermin.

Rumah ini bukan hanya milikmu saja, tapi kau mengklaim milikmu saja.
Lantas kau ingin menghancurkan rumah yang sedang kau tinggali?
Kelak rumahmu hancur, kau salahkan orang lain!!

Dua kata untumu, tai…!! tai…!!

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.

www.000webhost.com