Penghakiman

Manusia hanya diberi jatah menasihati tidak diberi jatah menghakimi. Kadang manusia tidak sadar mereka telah mengambil jatah Tuhan yaitu menghakimi. Bukan, bukan yang mulia hakim di sebuah pengadilan tapi ini adalah sebuah cara dan pola pikir manusia yang tidak semestinya dilakukan pada seseorang yang bersalah lalu mengambil “Jatah Tuhan” yaitu menghakimi.

Akhir-akhir ini Saya mendapatkan itu bahkan dari teman Saya sendiri. Mau bagaimana lagi nasib Saya yang seperti sekarang ini memberikan kesempatan pada mereka untuk menghakimi Saya, menghakimi tindakan dan apa-apa yang telah Saya lakukan adalah sebuah kesalahan besar yang tak dapat diampuni. Mungkin hanya perasaan Saya saja, tapi mungkin juga memang mereka yang mengambil jatah Tuhan itu.

“Bukankah Allah hakim yang paling adil?” 1

Saya pikir apa yang dilakukan oleh orang lain itu adalah hak mereka. Jika kita menemukan apa yang orang lain lakukan salah maka kita cukup memberitahu atau menasihati. Jangan sampai kita khususnya Saya sendiri mengambil yang semestinya menjadi Jatah Tuhan yaitu menjadi Penghakim. Karena Hakim sejati itu ya cuman Tuhan.

Kadang kita sering tidak sadar bahwa kita secara tidak langsung telah mengambil sesuatu yang semestinya bukan menjadi hak kita. Mengoreksi diri sendiri lebih baik daripada terlalu sibuk mengoreksi orang lain bukan? Kamu boleh saja mengurusi urusan orang lain, membantu orang lain tapi jangan pernah sekali-kali mencampuri urusan orang lain.

  • [1] QS. At-Tin: 8

  • Diposting oleh Bayu Handono pada
    Label:

    0 Komentar

    1. Belum ada komentar.

    www.000webhost.com