Saya Cuma Ingin Meminta Maaf

Sebenarnya yang paling Saya takutkan sekarang ini adalah jika harus kehilangan anggota keluarga. Saya ini seperti cuek tidak peduli pada keluarga, tapi di saat tertentu Saya sering mencari waktu mojok, entah di kamar, di luar rumah, atau pergi ke tempat tertentu hanya untuk nangis dan bersedih ria. Cengeng? Terserah apa sebutannya. Yang jelas cuma iblis yang tidak pernah menyesal dan selalu angkuh. Lagipula cuma orang sinting yang tidak takut kehilangan anggota keluarganya.

Saya rasa orang normal lainnya juga akan sangat takut jika harus kehilangan salah satu anggota keluarga, begitu juga dengan Saya. Mungkin karena Saya belum bisa hidup mandiri. Saya takut Saya “tidak dikasih” rezeki. Sungguh buruk sekali pikiran Saya ini, memikirkan bahwa Tuhan tidak akan memberi rezeki. Padahal “Menghina Tuhan itu tidak mesti mencaci nabi atau membakar kitab–kitab–Nya”, kata Sujiwo Tedjo. “Berpikir besok takut tidak bisa makan saja itu sudah menghina Tuhan”, begitu katanya.

Tapi bukan itu yang membuat Saya takut kehilangan, Saya hanya takut ketika mungkin nanti Saya sudah bisa hidup mandiri, mencari makan sendiri, tinggal di rumah milik sendiri dan sudah berkeluarga, tapi orang yang Saya sayangi tidak bisa melihat keberhasilan Saya. Itu yang sangat Saya sedihkan. Mudah–mudahan sih semua berjalan baik–baik saja sesuai seperti keinginan orang normal lainnya. Saya lebih takut Saya berhasil dan sudah mandiri sementara orang–orang(Ibu, bapak, kakak, adik, keponakan–keponakan) yang Saya sayangi tidak bisa melihat, merasa, dan menikmati keberhasilan Saya nanti. Mungkin ini salah satu tulisan Saya yang paling optimis sekaligus paling pesimis tentang keberhasilan hidup. Semoga Saya masih bisa membahagiakan keluarga Saya terutama Ibu dan Bapak Saya.

Terakhir, Saya cuman ingin meminta maaf saja pada “mereka”, karena cuman bisa bikin repot saja.

31 Agustus 2018.

0 Komentar

  1. Belum ada komentar.

www.000webhost.com